Budilaksono.com...Salam Inspiratif, kepada bapak ibu guru dan tenaga kependidikan semoga diberikan kemudahan dalam beraktivitas dibulan romandhon ini. Kemendikbud menemukan beberapa masalah dalam akurasi data penerima KIP.  

Dengan banyaknya permalasahan ini, maka Kemdikbud mengudang BPS dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terkait dengan banyaknya temuan masalah data penerima KIP di lapangan.

Mendikbud Anies Baswedan menyatakan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo dan penting untuk memastikan program ini efektif dari hulu hingga ke para penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kenyataannya dilapangan banyak kartu PIP tidak tepat sasaran.

Kemdikbud meminta BPS untuk melakukan pemutakhiran data, dan memang ditemukan banyak masalah akurasi  data penerima KIP di lapangan. Oleh sebab itu kemdikbud melakukan koordinasi lebih intensif dengan BPS dan TNP2K untuk menyamakan data dan meningkatkan akurasinya.

“Terkait Program Indonesia Pintar (PIP) data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) bisa digunakan sebagai rujukan dalam proses pengumpulan data di BPS. Data Dapodik itu memuat 44,5 juta siswa yang telah terdaftar di sekolah dengan akurasi yang baik, karena didasarkan pada data sekolah dan akta kelahiran. Sementara data keluarga miskin berasal dari BPS dan TNP2K,” kata Anies Baswedan.

Dari data penerima KIP yang bersumber dari BPS dan telah diolah oleh TNP2K sebanyak 17,9 juta anak usia sekolah dari keluarga miskin berhak menerima KIP, yang disalurkan melalui Kemdikbud. Hingga 30 Juni 2016  sebanyak 13,7 juta anak telah menerima KIP. 

“Dari para penerima KIP itu segera diberi solusi untuk dapat mencairkan dana KIP untuk keperluan sekolah mereka di tahun ajaran baru ini,” ujar Mendikbud.

Mendikbud juga meminta BPS secara bersama-sama melakukan penyepadanan data penerima KIP ini secara terus-menerus, agar efektifitas distribusi KIP dan akurasi data penerima lebih baik lagi. “Tidak boleh lagi jalan sendiri-sendiri, jadi koordinasi harus terus-menerus dilakukan,” kata Mendikbud menambahkan.

Demikianlah informasi tentang kemdikbud memenita BPS dan TNP2K untuk melakukan pemutakiran data penerima PIP. Dengan langkah ini maka penerima PIP yang merupakan program persiden akan lebih tetap sasaran. Oleh sebab itu pada tahun 2017 kedepan, penerima kartu PIP tidak semua akan mendapatkan dana setelah dilakukan akurasi data dari kemdikbud. Semoga bermanfaat. 

Post A Comment:

0 comments: